Tonggak Penyebaran Islam dari Masjid Huaisheng

Tonggak Penyebaran Islam dari Masjid Huaisheng – Islam bukan agama mayoritas di China, tapi di negara berjuluk Tirai Bambu hal yang demikian terdapat sejumlah mesjid bersejarah, salah satunya Mesjid Huaisheng yang berlokasi di Provinsi Guangzhou. Mesjid Huaisheng dibangun sekira tahun 619-907 M pada masa Dinasti Tang. Mesjid itu yakni tonggak penting dalam penyebaran Islam di kawasan China. Teman Nabi Muhammad, Sa’ad bin Abi Waqqash yaitu orang yang membangun mesjid hal yang demikian. Huaisheng sendiri artinya mengingat yang arif, nama hal yang demikian disematkan ke mesjid untuk mengenang Nabi Muhammad.

Terdapat enam bangunan di dalam rumit mesjid, adalah Mesjid Huasheng sendiri, menara, daerah imam, paviliun tablet untuk menaruh kitab-kitab klasik dan kaligrafi, koridor tertutup, dan daerah wudhu. Sementara di komponen luar mesjid ada tembok merah yang menghadap ke jalan. Mesjid Huaisheng mempunyai menara setinggi 35 meter. Menara ini dibangun pada jangka waktu permulaan-permulaan, antara tahun 650 sampai 700 M. Semenjak ada lampu suar di atasnya untuk kapal, menara mesjid ini disebut dengan menara sinar mesjid.

Sampai dikala ini menara-menara sinar mesjid yaitu bangunan tertinggi di Guangzhou dan berfungsi sebagai landmark utama kota. Sama seperti kebanyakan mesjid di China, arsitektur Mesjid Huasheng juga yakni perpaduan antara adat istiadat bangunan lokal China dengan gaya arsitektur Arab. Apabila diamati sekilas, bangunan mesjid itu menyerupai kelenteng. Pada 1996, tercatat Mesjid Huaisheng yakni satu dari empat mesjid tua di China bersama Mesjid Shengyou di Quanzhou, Mesjid Fenghuan di Hangzhou, dan Mesjid Xianhe di Yangzhou-teregistrasi sebagai monumen sejarah penting di bawah pelestarian khusus oleh Pemerintah China.

Tinggalkan Balasan