Indahnya Bangunan Ala Maroko di Masjid Kubah Kaca

Indahnya Bangunan Ala Maroko di Masjid Kubah Kaca – Tidak perlu jauh-jauh untuk mendatangi Turki jika berharap memandang Mesjid Biru dan Mesjid Hassan II yang berada di Maroko. Pesona dua mesjid hal yang demikian, ternyara dapat kita lihat di Mesjid Sari Asih, Jalan Imam Bonjol, Pos, Karawaci, Kota Tangerang. Nuansa ala Mesjid biru di Turki, terdapat pada segala komponen warna yang menjadi khas Mesjid Sari Asih Tangerang. Kecuali itu, ornamen khas Maroko Afrika Utara malahan, terasa serasi untuk dipadu padankan menjadi sebuah bangunan rumah ibadah yang tentunya benar-benar sesuai untuk diwujudkan destinasi liburan religi.

Sang inisiator pembangunan mesjid, ialah Siti Rochayah, yang yaitu ibu dari Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah, dikenal memang sengaja berharap membangun sebuah mesjid yang unik. Mesjid, yang sering diterapkan oleh karyawan RS Sari Asih Karawaci ini, tepatnya disahkan pada 31 Januari 2018. Sementara pembangunannya memerlukan waktu dua tahun, ialah semenjak 1Juni 2016. Mesjid yang terletak pas di pinggir jalan ini, mempunyai luas bangunan 1.600 meter persegi mesjid, serta sanggup menampung kurang lebih 800 jemaah.

Kepala Pengawas Bangunan RS Sari Asih Group, sekalian arsitek yang membangun mesjid ini, Daud R mengatakan, bahwa selama masa pembangunan pihaknya tidak terlalu menemui kesusahan. Disuarakannya, bahwa kaca pada kubah yang ada pada 7 menara mesjid ini, yaitu kaca yang bisa mengabsorpsi panas. “Jadi sekiranya di dalam, kita tak merasa kepanasan, sedangkan di luar lagi terik,” ungkapnya. Dengan kubah lava hal yang demikian, pada siang hari kita akan lantas diterangi oleh sinar sang surya. Sementara malam harinya, jemaah yang hadir kemungkinan bisa menikmati masuknya pancaran sinar bulan ke dalam ruangan mesjid.

Untuk pemilihan warna biru sebagai ciri khas mesjid, hal itu diinginkan bisa memberi kesan adem pada mesjid. Kecuali itu, menonjol juga beragam hiasan kaligrafi di sebagian sudut mesjid, yang tentu menambah poin keindahan tersendiri. Daud mengatakan, walaupun dalam pembangunan mesjid ini berkiblat pada Maroko dan Turki, melainkan material mesjid yang khas dengan nuansa keramik biru ini, banyak yang yaitu produk lokal. “Pintu yang ada ukirannya itu, beserta gagangnya kita pesan dari Jepara. Untuk keramiknya, sebenarnya ini dari Spanyol melainkan sebab stoknya kurang, kita buat sendiri dengan motif yang sama, kita buatnya di pabrik keramik di Curug, di Kabupaten (Tangerang),” paparnya.

Tonggak Penyebaran Islam dari Masjid Huaisheng

Tonggak Penyebaran Islam dari Masjid Huaisheng – Islam bukan agama mayoritas di China, tapi di negara berjuluk Tirai Bambu hal yang demikian terdapat sejumlah mesjid bersejarah, salah satunya Mesjid Huaisheng yang berlokasi di Provinsi Guangzhou. Mesjid Huaisheng dibangun sekira tahun 619-907 M pada masa Dinasti Tang. Mesjid itu yakni tonggak penting dalam penyebaran Islam di kawasan China. Teman Nabi Muhammad, Sa’ad bin Abi Waqqash yaitu orang yang membangun mesjid hal yang demikian. Huaisheng sendiri artinya mengingat yang arif, nama hal yang demikian disematkan ke mesjid untuk mengenang Nabi Muhammad.

Terdapat enam bangunan di dalam rumit mesjid, adalah Mesjid Huasheng sendiri, menara, daerah imam, paviliun tablet untuk menaruh kitab-kitab klasik dan kaligrafi, koridor tertutup, dan daerah wudhu. Sementara di komponen luar mesjid ada tembok merah yang menghadap ke jalan. Mesjid Huaisheng mempunyai menara setinggi 35 meter. Menara ini dibangun pada jangka waktu permulaan-permulaan, antara tahun 650 sampai 700 M. Semenjak ada lampu suar di atasnya untuk kapal, menara mesjid ini disebut dengan menara sinar mesjid.

Sampai dikala ini menara-menara sinar mesjid yaitu bangunan tertinggi di Guangzhou dan berfungsi sebagai landmark utama kota. Sama seperti kebanyakan mesjid di China, arsitektur Mesjid Huasheng juga yakni perpaduan antara adat istiadat bangunan lokal China dengan gaya arsitektur Arab. Apabila diamati sekilas, bangunan mesjid itu menyerupai kelenteng. Pada 1996, tercatat Mesjid Huaisheng yakni satu dari empat mesjid tua di China bersama Mesjid Shengyou di Quanzhou, Mesjid Fenghuan di Hangzhou, dan Mesjid Xianhe di Yangzhou-teregistrasi sebagai monumen sejarah penting di bawah pelestarian khusus oleh Pemerintah China.